Jambi.WahanaNews.Co| Slogan Kota Jambi Bahagia kini dipertanyakan. Tumpukan sampah yang menggunung, berserakan hingga memakan badan jalan, serta bau busuk yang menyengat hidung warga menjadi pemandangan memalukan di sejumlah titik strategis Kota Jambi, Senin (5/1/2026).
Salah satu warga Kelurahan Kenali Besar, Kecamatan Alam Barajo, M. Rosyid, yang juga berprofesi sebagai jurnalis, meluapkan kekecewaannya. Dari pagi hingga menjelang magrib, sampah tak kunjung diangkut petugas, bahkan meluber ke jalan raya dan mengganggu aktivitas masyarakat.
Baca Juga:
Gelegar PLN Mobile 2025 Segera Berakhir: Pelanggan Diimbau Segera Kumpulkan Poin hingga 31 Desember 2025
“Ini bukan soal sepele. Sampah sudah kebahu jalan, baunya luar biasa menyengat. Ini jelas menodai slogan Kota Jambi Bahagia,” tegas Rosyid.
Ia menyebut kondisi tersebut ironis, mengingat Wali Kota Jambi dr. Maulana berlatar belakang dunia kesehatan. Menurut Rosyid, persoalan sampah bukan hanya soal kebersihan, tetapi juga ancaman serius bagi kesehatan publik.
“Pak Wali Kota pasti paham, sampah bisa menjadi sumber penyakit. Virus, bakteri, dan dampak kesehatan lainnya bisa muncul kalau dibiarkan. Jangan sampai masalah sampah melahirkan masalah baru,” ujarnya dengan nada geram.
Baca Juga:
Kapolda Jambi Tutup Pendidikan Pembentukan Bintara Polri Tahun Anggaran 2025
Rosyid yang aktif di berbagai organisasi kemasyarakatan juga mempertanyakan ada apa di balik macetnya pengelolaan sampah di Kota Jambi. Ia mendesak Pemerintah Kota untuk bersikap serius dan responsif terhadap keluhan warga.
“Warga sudah resah. Kasihan masyarakat yang melintas, lebih kasihan lagi yang tinggal tak jauh dari lokasi pembuangan. Ini bukan satu titik, tapi banyak,” katanya.
Hingga menjelang magrib, tumpukan sampah masih terlihat jelas di sejumlah lokasi vital, di antaranya dekat Mall Jamtos, depan Universitas Muhammadiyah, depan Lapas Jambi, depan Mitra Bangunan, serta sepanjang beberapa ruas jalan utama. Sampah tampak berserakan, menggunung, dan mengeluarkan bau busuk yang menyengat.