Oleh: Rini Marisa Silalahi
SAMPAI saat ini, kami seluruh pelajar atau mahasiswa Universitas Maritim Raja Ali Haji sedang melaksanakan pembelajaran secara daring akibat adanya pandemi Covid-19.
Baca Juga:
IDAI ke Pemerintah, Anak Usia 6-11 Tahun PTM 50 Persen
Tidak terasa, di tahun ajaran baru 2020/2021 ini sudah terlaksana selama 3 semester dan pelaksanaan pembelajaran secara daring dari rumah masing-masing dengan bantuan berbasis online.
Mengingat kembali kasus pertama munculnya Covid-19 di Indonesia pada tanggal 2 Maret 2020, di mana memberikan dampak besar terhadap pendidikan di Indonesia, Menteri Pendidikan melalui Surat Edaran Kemendikbud Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pendidikan Dalam Masa Darurat virus corona Disease (Covid-19), mengimbau agar seluruh peserta didik bisa mendapatkan layanan pendidikan yang optimal secara daring tetap mengutamakan protokol kesehatan untuk memutus rantai Covid-19 semaksimal mungkin.
Indonesia sendiri melaksanakan pendidikan daring lebih terasa pada saat pandemi Covid-19 menerkam dunia. Selama pembelajaran daring yang sudah berjalan tiga (lll) semester, saya merasa banyak sekali keluh kesah pada diri saya yang saya rasakan hingga saat ini.
Baca Juga:
Mulai Hari Ini Siswa SMP di Pekanbaru Belajar Tatap Muka Sepenuhnya
Pelaksanaan pembelajaran saat ini berbasis gadget atau menggunakan HP sebagai media dan seperti WhatsApp, Google Classroom, Zoom, Google Meet, dan sebagainya. Banyak sekali hal-hal yang mengganggu saya untuk tetap balajar.
Pembelajaran yang dilakukan secara daring menyebabkan masalah-masalah baru muncul.
Dikalangan pelajar, siswa harus belajar jarak jauh dengan memanfaatkan teknologi, terkendala dalam fasilitas, kuota, jaringan merupakan masalah yang sering dijumpai di pembelajaran daring saat ini.