Jambi.WahanaNews.Co| Status lahan Jambi Bussines Center (JBC) yang dikelola oleh PT. PUTRA KURNIA PROPERTY adalah lahan pemerintah provinsi jambi, yang diketahui lahan ini hanya berstatus Hak Pengguna Lain ( HPL).
Tumpukan sampah di sekitaran JBC
Baca Juga:
Yaqut Cholil Qoumas Optimistis Kebenaran Akan Terungkap dalam Sidang Praperadilan
Dari informasi yang beredar bahwa ruko di lokasi tersebut sudah di perjualbelikan oleh pihak pengelolah PT.PUTRA KURNIA PROPERTI sebesar 2.6 Milyar / unit.
Penampungan limbah di sekitar JBC
Anwar ketua Aliansi Demokrasi Kubu Jambi mengatakan, banyak permasalahan pembangunan JBC itu, dari awal pembangunan nya aja sudah bermasalah dengan masyarakat yang mengklaim kepemilikan lahan dan sudah sampai bersidang ke Mahkamah Agung.
Baca Juga:
KPK Duga Bupati Pekalongan Sembunyikan Pemilik Perusahaan Lewat Pergantian Direksi PT RNB
"JBC itu banyak masalah dari lahan nya yang pernah d klaim masyarakat tetapi dimenangkan oleh Pemprov Jambi sebagai pemilik sah,
dan sekarang di kelolah oleh pihak ketiga dengan pola (Build-Operate-Transfer) BOT, dan kabarnya lagi ruko di jbc diperjual belikan oleh pihak ketiga sebesar Rp.2.6 M/unit, seharusnya ini tidak boleh diperjual belikan, seharus nya hanya sebatas sewa, kalau diperjual belikan berarti status lahan JBC seluas 7,33 Hektar ini sah punya nya pihak ketiga PT.PUTRA KURNIA PROPERTI" Ujar Anwar.
Anwar mengatakan bahwa ini bahaya, secara
tidak langsung lahan negara diperjual belikan, belum lagi masalah kolam retensi nya JBC.
"Masalah drainase nya yang bisa menyebabkan masalah banjir yang berdampak di masyarakat sekitar lokasi JBC, kami sebagai lembaga independen pemantau jalan nya roda pemerintahan meminta kepada pemerintah provinsi Jambi untuk dapat meneliti ulang perjanjian kerjasama antara Pemprov Jambi dengan pihak ketiga PT.Putra Kurnia Properti yang diketahui dikelolah oleh Mario Liberti siregar, apa pihak pembeli ruko itu sudah mengetahui mengenai status tanah JBC tersebut. Takutnya dikemudian hari bermasalah dan imbas nya ke Pemprov jambi" ujar Anwar.