JAMBI.WAHANANEWS.CO, Kota Jambi - Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi mencatat pertumbuhan investasi pada kuartal pertama tahun 2026 mencapai sekitar Rp399 miliar, meningkat sekitar 25 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp311 miliar.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Jambi Abu Bakar di Jambi, Jumat (1/5/2026), mengatakan capaian tersebut mencerminkan peningkatan kepercayaan investor terhadap iklim usaha di Kota Jambi.
Baca Juga:
Sinyalemen IMB Lymo House 2 Grogol Ilegal, tidak Terdaftar di DPMPTSP Kota Depok
"Kami berharap capaian ini menjadi awal yang baik untuk mengejar target investasi sepanjang tahun 2026, karena kenaikan sekitar Rp80 miliar ini dapat menjadi indikator awal menguatnya pertumbuhan ekonomi di daerah," katanya.
Sejumlah sektor unggulan, seperti perdagangan dan jasa, perumahan, konsumsi, serta transportasi, tercatat menjadi penopang utama dalam peningkatan investasi.
Peningkatan realisasi investasi tidak hanya berdampak pada pertumbuhan ekonomi, kata dia, tetapi juga berpotensi membuka lapangan kerja bagi masyarakat yang dinilai penting dalam mendorong kesejahteraan serta pemerataan pembangunan di Kota Jambi.
Baca Juga:
Diduga Belum Kantongi IMB, Warga Tolak Tower BTS Berdiri Ditengah Pemukiman
Target investasi di Kota Jambi pada 2026 sekitar Rp1,5 triliun mengalami peningkatan sekitar 14,6 persen, dibandingkan realisasi investasi pada 2025 yang tercatat sekitar Rp1,3 triliun.
"Kami optimistis target ini dapat terealisasi seiring dengan membaiknya iklim investasi serta meningkatnya minat pelaku usaha untuk menanamkan modal di Kota Jambi," kata Abu.
Pemerintah kota setempat telah menyiapkan sejumlah langkah strategis yang selaras dengan 11 program unggulan daerah dalam rangka mewujudkan visi Kota Jambi Bahagia.
Langkah strategis itu mencakup kemudahan berusaha dan kepastian perizinan, optimalisasi layanan perizinan berbasis risiko melalui sistem OSS-RBA, penguatan promosi dan fasilitasi investasi, peningkatan koordinasi lintas instansi, serta pengawasan dan evaluasi kinerja investasi secara berkelanjutan.
[Redaktur: Patria Simorangkir]