Jambi.WahanaNews.Co| Polda Jambi dan Polres Sarolangun menunjukkan respons cepat dalam menangani konflik antara warga Suku Anak Dalam (SAD) dengan pihak security PT Sari Aditya Loka (SAL) di Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun, pada Minggu (12/4/2026).
Sejak informasi potensi aksi penyerangan diterima pada pagi hari, personel Polri langsung bergerak cepat melakukan langkah-langkah preventif dan preemtif guna mencegah eskalasi konflik dengan mengirimkan personel ke lokasi rawan serta pelaksanaan deteksi dini oleh fungsi intelijen.
Baca Juga:
Danrem 042/Gapu Gandeng Universitas Jambi, Perkuat Ketahanan Nasional dari Ruang Akademik
Dalam penanganan tersebut, Polri tidak hanya melakukan pengamanan terbuka, tetapi juga pendekatan humanis melalui komunikasi intensif dengan tokoh-tokoh SAD serta pihak perusahaan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya preventif untuk meredam potensi konflik yang terjadi.
Namun demikian, situasi sempat memanas saat terjadi kesalahpahaman antara warga SAD dan petugas keamanan perusahaan yang berujung terjadinya konflik secara fisik. Personel Polri yang telah siaga langsung melakukan tindakan cepat untuk mengendalikan situasi.
Dengan sigap, petugas melakukan pengamanan lokasi, memisahkan kedua kelompok, serta membantu evakuasi korban luka ke fasilitas kesehatan. Bahkan, pada sore hari, Polres Sarolangun langsung meminta bantuan tambahan dari Sat Brimob Polda Jambi guna memperkuat pengamanan di lapangan.
Baca Juga:
Minyak Berpotensi Sentuh 107 Dollar, Emas Ikut Bergejolak
Tak butuh waktu lama, situasi berhasil dikendalikan, Warga SAD kembali ke wilayahnya masing-masing, sementara pihak perusahaan kembali ke area kantor dengan pengamanan ketat dari aparat.
Sebagai bentuk keseriusan dalam menjaga stabilitas keamanan, sebanyak 26 personel Sat Brimob Polda Jambi juga tiba di lokasi pada Senin (13/4/2026) dini hari. Personel langsung bergabung dan siaga bersama jajaran Polres Sarolangun untuk mengantisipasi potensi konflik susulan.
Selain fokus pada pengamanan, Polri juga menunjukkan kepedulian terhadap korban dengan melakukan evakuasi dan pendampingan medis terhadap warga SAD yang mengalami luka. Dua korban yang mengalami luka serius telah dirujuk dan mendapatkan perawatan intensif dengan kondisi saat ini dilaporkan stabil.