Jambi.WahanaNews.Co| Kejadian unik terjadi di Dinas PUPR Provinsi Jambi, Senin pagi (9/2/2026). Bersamaan dengan apel pagi yang diikuti ratusan pegawai dinas dilingkungan OPD Pemprov Jambi, terdengar keras suara dentuman petasan.
Penggunaan petasan, biasa dilakukan pada momen tertentu sebagai simbol pesta atau mengusir roh jahat. Eits, ternyata penggunaan petasan di Dinas PUPR Provinsi Jambi, bukan simbol berpesta atau mengusir roh jahat.
Baca Juga:
Polda Jambi Gelar Konferensi Pers Ungkap Kasus Tindak Pidana Perlindungan Konsumen
Tetapi merupakan media untuk melakukan menyampaikan protes oleh Gerakan Aliansi Demokrasi Indonesia, terhadap sejumlah persoalan dugaan KKN di Dinas PUPR Provinsi Jambi, dan Satker Cipta Karya Kementerian.
Persoalan indikasi KKN itu antara lain, proyek pembangunan Jembatan Kelok Sago di Kabupaten Kerinci, sepanjang 180 meter, tapi menguras APBD Provinsi Jambi cukup besar yakni Rp 150 Miliar.
Proyek pembangunan tapal batas Jambi – Sumsel, yang menggunakan APBD Provinsi Jambi, namun titik pembangunan dilakukan di wilayah Kabupaten Musi Rawas Utara. Serta kebijakan Kasatker rangkap Jabatan sebagai PPK Proyek PISEW, program Kementerian PU.
Baca Juga:
MARTABAT Prabowo-Gibran Nilai Pasokan Gas KEK Sei Mangkei Perkuat Fondasi Hilirisasi Industri
Kordinator aksi Gerakan Aliansi Demokrasi Indonesia, Anwar mengungkapkan, aksi ini merupakan aksi yang ketiga mereka lakukan.
“Sejak awal hingga kini tidak ada respon baik dari pihak PU maupun aparat penegak hukum, aksi ini akan terus kami sampaikan hingga ada tindakan evaluasi,” katanya.
Pantauan dilapangan, berbeda dari dua aksi sebelumnya, aksi hari ini tidak memancing reaksi penolakan oleh puluhan petugas keamanan dari Dinas PUPR Provinsi Jambi. [yg]