Jambi.WahanaNews.Co| Potret buram pengelolaan aset negara kembali terlihat di sektor perkebunan. Kebun sawit milik PTPN IV REGIONAL PT BUKIT KAUSAR seluas 5004,92 Ha di Desa Lubuk Kambing Merlung kecamatan Renah Mendaluh kabupaten Tanjung Jabung barat Provinsi Jambi kini berubah menjadi hutan belantara.
Ironisnya anggaran pemeliharaan kebun tersebut terus mengalir setiap tahun.
Baca Juga:
Semarak HUT Bhayangkara ke-80, Ratusan Kicau Mania Padati Lomba Burung Berkicau Polres Pagar Alam
Berdasarkan data yang dihimpun total dana yang digelontorkan untuk perawatan kebun itu hampir mencapai Rp 1 Milyar.
Gulma Setinggi 3 Meter, Jalan Produksi Mati.
Pantauan tim media, sabtu 27/6/2026, di blok afdeling 7 dan 8, kondisinya sangat memprihatinkan.
Baca Juga:
Kapolri Rotasi 190 Kapolres, AKBP Adam Purbantoro Pimpin Polres Pagar Alam, Ini Jabatan Baru AKBP Januar Kencana Setia Persada
1. Gulma dan Semak menutupi seluruh piringan dan gawangan. Tinggi rata-rata 2-3 meter.
2. Pruning Tidak dilakukan sejak 5 bulan Pelepah kering menumpuk, menghambat panen.
Jalan utama dan jalan sinder tertutup semak. Truk angkut sawit tidak bisa masuk.
4. Aktifitas pemanen tidak ada dan tidak terkontrol.
Salah seorang masyarakat setempat Ardiansyah mengatakan kepada Wahana News.co.
"Pak, ini udah hampir 5 bulan kami nggak pernah lihat ada tim pruningdan pemeliharaan masuk. Dulu kebun ini produktif, sekarang antara hidup mati," kata Ardiansyah.
Sementara itu Salah seorang Aktivis Jambi M.FAYSAL.SH Selaku Ketua DPD Gerakan Pemuda Marhanis Propinsi Jabi mengatakan kepada Wahana News.co.
“Ini sangat diluar nalar kita, seharusnya Kebun yang dikelolah menggunakan anggaran Negara sudah sepatutnya menjadi kebun percontohan Bagi masyarakat,ini malah ironis saya lihat, Kebun Negara yang jelas ada anggaran nya malas sudah berbentuk seperti hutan belantara, RAB Miliaran, Realisasi Nol. Saya yakin tahun 2026 pos anggaran dipastikan termasuk yang terbesar hampir Rp 1 Milyar , ini sangat memprihatinkan bagaimana bisa ini terjadi saya yakin manajemen PT.BUKIT KAUSAR bekerja asal asalan saja“, ujarnnya.
Dia menambahk, bagaimana tidak, jikalau Gulma/ rumput aja sdh setinggi hampir 3 meter menutupin Pohon sawitnya bagaimana bisa team Pekerja bagian Pemupukan bisa bekerja untuk merawat Pokok pohon sawit yang sekarang ada. Faysal juga menambahkan kemana anggaran`Pengendalian Gulma yang hampir Rp 1 Milyar/ Tahunnya itu, kuat dugaan saya ini ada permainan pihak Manajemen PT .BUKIT KAUSAR.
"Kami menduga kuat terjadi markup keuangan negara ratusan juta rupiah buat bersihin gulma, tapi gulma nya setinggi rumah?" kata M.FAYSAL Ketua DPD GPM PROPINSI JAMBI,
Sementara itu Media wahana.co mengkoorfirmasi kepada DIREKSI PTPN IV REGIONAL JAMBI melalui Seketaris PTPN IV JAMBI,HARIMAN SIREGAR mengenai permasalahan ini,tetapi diarahkan untuk menemui Humas Iskandar Negara dan Manajemen Asdum PT.BUKIT KAUSAR ,Sahdi,
yang lebih ironis nya,saat wahana News.co menanyakan anggaran pemeliharaan kepada Asdum PT.BUKIT KAUSAR sahdi tidak mendaptkan kan jawaban mengenai anggaran pemeliharaan kebun tersebut seakan akan menutupi, dan Wahan News.co juga mencoba mengirim foto kebun Yang banyak tertutupi gulma/ rumput yang ironis nya malah balik bertanya kepada media ini,lokasi nya dimana ya pak.
Jwaban seorang Asdum yang seharusnya lebih mengetahui permasalahan Kebun yang di awasi nya,ini malah balik bertanya,wahana News.co menilai, pembiaran ini bisa masuk unsur Pasal 2 dan 3 UU Tipikor karena diduga merugikan keuangan negara.
perkiraan anggaran pemeliharaan. PT.BUKIT KAUSAR PTPN REGIONAL 4 tahun 2026 3 Estimasi biaya pemeliharaan Kebun Bukit Kausar (dahulu anak perusahaan PT Perkebunan Nusantara VI, kini di bawah PTPN IV Regional 4 Jambi) diproyeksikan berada di kisaran Rp10.000.000 hingga Rp15.000.000 per hektare per tahun untuk Tanaman Menghasilkan (TM) pada tahun 2026. Anggaran ini mencakup pemeliharaan rutin, pengendalian gulma, pemupukan, pemeliharaan piringan, serta perawatan jalan kebun.Sebagai anak perusahaan yang sangat sehat dan tidak memiliki utang perbankan, PT Bukit Kausar mengelola lahan seluas ≈ 5.004,92 hektare. Biaya pemeliharaan secara garis besar dialokasikan untuk beberapa pos penting:Pemupukan: Merupakan komponen biaya terbesar, mengambil porsi sekitar 60% hingga 65% dari total Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) operasional.Perawatan Tanaman Menghasilkan (TM): Mencakup pemeliharaan piringan, gawangan, pengendalian hama/penyakit, dan tunas pokok.Perawatan Infrastruktur: Meliputi perbaikan jalan produksi, parit/drainase, dan jembatan kebun agar aktivitas panen dan pengangkutan Tandan Buah Segar (TBS) berjalan lancar.
media wahana news. co juga masih mencoba mengkoorfirmasi Mengenai permasalahan anggaran Rutin pemeliharaan Kebun ini kepada pimpinan tertinggi PTPN IV REGIONAL jambi Kayamudin Panjaitan dan belum ada jawaban. [yg]