Jambi.WahanaNews.co| Tak menunggu lama, Manajemen Bank 9 Jambi telah merealisasikan komitmennya untuk mengganti 100 persen dana nasabah yang hilang akibat insiden serangan siber.
Hal tersebut ditegaskan melalui pengumuman resmi yang disampaikan kepada nasabah melalui akun Instagram resmi Bank 9 Jambi yakni @bankjambi.
Baca Juga:
MUI Binjai Gelar Muzakarah Ramadhan, Soroti Hukum Umrah dengan Hutang
“Dana nasabah telah dikembalikan ke seluruh rekening sesuai nominal yang telah diverifikasi oleh pihak bank,” kata Manajemen Bank 9 Jambi dalam pengumuman tersebut.
Manajemen turut menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi serta mengucapkan terima kasih atas pengertian dan kepercayaan nasabah. Apabila masih terdapat pertanyaan atau membutuhkan informasi lebih lanjut, nasabah dapat menghubungi layanan Call Center 1500-665 atau mendatangi kantor Bank Jambi terdekat.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Bank Jambi yang juga menjabat sebagai Direktur Operasional, Zulfikar, mengatakan bahwa realisasi penggantian dana dilakukan setelah mendapatkan persetujuan resmi melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
Baca Juga:
Wartawan 'Lopo' Madan Tak Cuma Nulis Berita, Juga Bagi-bagi Takjil di Ramadan!
“Alhamdulillah, ini menjadi ‘Jumat Berkah’. Setelah adanya persetujuan dari RUPS, akhirnya kami bisa menyalurkan sekaligus mengganti dana nasabah yang hilang secara utuh,” ujar Zulfikar di Jambi, Jumat (27/2/2026) dikutip dari ampar.id
Ia menegaskan, pengembalian dana dilakukan secara penuh sebagai bentuk tanggung jawab manajemen terhadap nasabah terdampak. Langkah ini sekaligus menjadi upaya menjaga kepercayaan publik terhadap Bank Jambi sebagai bank pembangunan daerah.
Terkait pemulihan layanan digital, Zulfikar menjelaskan bahwa operasional mobile banking dan kanal digital lainnya masih dalam proses normalisasi. Pihak manajemen saat ini menunggu hasil audit forensik serta izin operasional kembali dari Bank Indonesia (BI).
“Kami berterima kasih kepada semua pihak, mulai dari Gubernur, Bupati, dan Wali Kota selaku pemegang saham, serta BI, OJK, dan jajaran Dewan Komisaris yang telah mendukung penyelesaian masalah ini dengan baik,” tambahnya.
Ke depan, manajemen memastikan penguatan sistem keamanan teknologi informasi akan dilakukan secara menyeluruh guna mencegah terulangnya insiden serupa serta memastikan layanan perbankan digital dapat kembali berjalan normal dan aman bagi seluruh nasabah. [Yg]