Sementara itu, Ketua Pembina Posyandu Kota Jambi, dr. Nadiyah, Sp.Og, menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemerintah Provinsi Jambi melalui Program Bedah Rumah.
“Atas nama Pemerintah Kota Jambi, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Program ini merupakan bukti nyata sinergi antara Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kota Jambi, serta dukungan TP-PKK dalam implementasi Posyandu 6 SPM,” ucapnya.
Baca Juga:
Pemkot Jambi Raih Penghargaan BAZNAS Awards 2025 atas Dukungan Terhadap Gerakan Zakat Nasional
dr. Nadiyah menjelaskan, sejak terbitnya Permendagri Nomor 13 Tahun 2024, Posyandu telah mengalami revitalisasi. Dari yang semula hanya berfokus pada layanan kesehatan dan imunisasi, kini Posyandu berkembang menjadi pusat pelayanan masyarakat yang mencakup enam bidang SPM: pendidikan, kesehatan, perumahan, infrastruktur dasar, sosial, dan kesiapsiagaan bencana.
Saat ini, Kota Jambi telah menginisiasi 68 Posyandu 6 SPM, dengan 12 di antaranya ditetapkan sebagai pilot project di setiap kecamatan. Salah satunya, Posyandu di Kelurahan Kenali Asam Bawah, berhasil meraih penghargaan dalam lomba inovasi pelayanan masyarakat.
Di bidang pendidikan, Posyandu bersinergi dengan program PAUDku sebagai bagian dari kebijakan wajib PAUD satu tahun sebelum SD, termasuk penyediaan Satuan Pendidikan Sejenis (SPS) di setiap Posyandu. Pada bidang kesehatan, Posyandu tetap menjalankan layanan dasar seperti imunisasi, penimbangan bayi, dan pelayanan lansia, sekaligus menjadi ujung tombak percepatan penurunan stunting.
Baca Juga:
Walikota Jambi Kunjungi SRMA Sentra Alyatama, Bantu 100 Siswa dan Tekankan Pentingnya Pendidikan untuk Putus Rantai Kemiskinan
“Alhamdulillah, angka stunting di Kota Jambi berhasil turun dari 13,5% menjadi 10,3%. Target tahun depan, insya Allah bisa di bawah 8%. Tentu capaian ini merupakan hasil sinergi bersama, dan Posyandu akan terus menjadi garda terdepan,” terang dr. Nadiyah.
Selain itu, Posyandu juga berperan dalam mengawal perbaikan sanitasi, penyediaan akses air bersih, hingga peningkatan infrastruktur dasar lainnya. Pada bidang perumahan, program Bedah Rumah diprioritaskan bagi keluarga dengan balita, penderita penyakit kronis, serta masyarakat dengan kondisi kesehatan yang dipengaruhi oleh lingkungan rumah.
Di sisi lain, dalam bidang sosial, kader Posyandu didorong untuk aktif mendata dan mendampingi kelompok rentan, termasuk penyandang disabilitas dan masyarakat miskin, agar mendapat perhatian dan intervensi yang tepat. Sementara pada bidang kesiapsiagaan bencana, Posyandu diarahkan untuk menjadi bagian penting dalam membangun masyarakat yang tangguh menghadapi bencana.