Jambi.WahanaNews.Co| Afrananta Tarigan seorang yang mengaku sebagai pemilik gudang BBM Illegal di wilayah Pal 7, Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi marah saat ditemui wartawan WahanaNews.co dan tidak terima gudang tersebut di tulis dalam berita.
“Kita ini mau perang-perangan atau gimana ini, kalau cara abang nyari duit kek gitu ya terserah. Ketika Abang mendirikan perusahaan usaha Abang di ganggu gimana. Bisnis real pun saya pastikan ada ilegalnya, kalau Abang menghancurkan periuk nasi orang gak masalah, kalau ngomong berbelit-belit itu gak ketemu” ujar Afrananta yang biasa di panggil Frans.
Baca Juga:
Polsek Medan Kota Ciduk Seorang Residivis Curanmor
Saat ditanyai oleh wartawan WahanaNews.co terkait bisnis yang di jalankannya Frans mengaku bisnisnya ini jawabannya.
“Semua bisnis itu ada hitamnya, ngapain ngomong kalau ada berita lanjutan jangan marah. Menunggu kan kami jadinya, berita apa lagi yang kalian mau naikkkan, kalian mencari tau dari kawan pelangsir kalian, nekan terus.
Kau masih muda aku masih mudah, berkawan aja apa yang bisa kami bantu. Banyak media yang datang lebih santun dari kalian. Kita sama-sama muda, bantu kami besar apa balasan yang kalian mau ayok, bisnis ayok bukan naikkan berita lanjutan seperti itu” ujar Frans.
Baca Juga:
Unit Reskrim Polsek Medan Kota Ringkus Dua Pemuda Spesialis Curanmor
Salah seorang kawan Frans yang di ketahui namanya Sandi mengatakan bahwa wartawan gaya nya sama saja.
“Gaya-gaya media itu faham lah, kalau bukan mikir kemanusiaan tanpa kantor pun kami bisa bang, kayak kawan-kawan yang gudang nya di pinggir jalan itu mereka gak punya kantor, cuman ada mobil tangki jalankan. Tapi misi kami bukan itu, ini harus besar” ujar sandi.
Frans juga berprasangka buruk bahwa yang memberikan informasi ke redaksi WahanaNews.co adalah paman dari salah satu wartawan.