Jambi.WahanaNews.Co| KORWIL Serikat Buruh Kerakyatan (SERBUK) Jambi menerima laporan dari keluarga Periyanus Halawa buruh PTPN IV Regional IV PT.BUKIT KAUSAR Anggota aktif SERBUK Jambi, yang kehilangan Anak ( Calon Bayi,)pada HARI Rabu, TANGGAL 12 Agustus 2026 setelah diduga mengalami penelantaran dan keterlambatan penanganan di IGD RS ANISA JAMBI.
“Dalam kondisi darurat, korban datang mencari pertolongan. Namun diduga tidak mendapatkan pelayanan medis cepat sesuai standar. Akibatnya 1 nyawa melayang sia-sia, dan untuk di ingat kembali, hal ini terjadi Kedua Kali nya di perusahaan dan Rumah sakit yang sama.
seingat saya yang pertama itu terjadi 6 ( enam ) bulan yang lalu,dan KORWIL SERBUK JAMBI juga yang mendampingi korban waktu itu” Ungkap Masta
Baca Juga:
Gempa M7,7 NTT Ternyata Terbesar Kedua Dunia 2026, Ini 11 Gempa Paling Dahsyat
Ini bukan musibah, Ini adalah bentuk kelalaian kolektif.
“ Ada tanggung jawab perusahaan pemberi kerja yaitu PTPN IV. Ada juga tanggung jawab rumah sakit pemberi layanan yaitu RS ANISA JAMBI" tegas Masta.
Masta juga Menambahkan sesuai dengan
UU No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja dan UU No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan mewajibkan negara, perusahaan, dan fasilitas kesehatan melindungi nyawa rakyat. Jika dilanggar, maka harus ada pertanggungjawaban hukum.
Baca Juga:
441 Ribu Pelanggan Kembali Terlayani, ALPERKLINAS Apresiasi Kerja Cepat PLN Pascagempa NTT
Tuntutan SERBUK JAMBI
- SEGERA PANGGIL DAN PERIKSA Manajemen PTPN IV Regional Jambi terkait jaminan kesehatan dan tanggung jawab terhadap buruh
- SEGERA PANGGIL DAN PERIKSADireksi, Dokter Jaga, dan Manajemen RS ANISA JAMBI terkait dugaan malpraktik dan penelantaran pasien gawat darurat
- BENTUK TIM PENYIDIK KHUSUS untuk mengusut tuntas kasus ini secara transparan
- JAMINAN KOMPENSASI DAN PERMINTAAN MAAF TERBUKA kepada keluarga korban dari PTPN IV dan RS ANISA JAMBI.
"Kami memberi waktu 3x24 jam, Jika tidak ada langkah hukum yang nyata, KORWIL SERBUK JAMBI bersama buruh dan rakyat akan melakukan aksi damai di depan Mapolda Jambi, Kantor PTPN IV, dan RS ANISA JAMBI" tambah Masta.
Serbuk juga meminta dengan Tegas Kepada PIMPINAN RS ANISA dan PTPN IV REGIONAL IV PT BUKIT KAUSAR Jambi untuk Segera mengambil langkah Tegas!! kepada Staff dan karyawan yang bertanggung jawab, jikalau memang salah, Ambil langkah pasti tegur, tunda kenaikan pangkat, atau yang lebih finalnya Pecat jikalau ditemukan memang kesalahan yang sangat Fatal atas kejadian ini.
Sementara itu, Periyanus Halawa suami dari Marni Korban Mal Admintrasi RS ANISA dijumpai Wahana News.co ( 15/08/2026) di RS ANISA mengatakan sangat menyesalkan Tindakan dari RS ANISA dan PT BUKIT KAUSAR.
“Seolah olah saya dan istri seperti dipermainkan pak, padahal Mereka melihat sendiri bagaimana kondisi istri saya pada waktu itu, sudah sangat kelelahan betul, dikarenakan hanya mengenai KARTU BPJS nyawa anak saya hilang Pak, sembari Periyanus Halawa menitikkan air mata nya, semua prosedur sudah saya jalanin pak, dari cek up di Puskesmas Merlung dan mendapatkan rujukan Ke RS ANISA jambi,
saya sampai di RS ANISA diperkirakan di jam 12 Malam, tetapi yang saya dapatkan malahan penolakan secara sistimatis pak, Perawat dan staff jaga malam itu malah sibuk mempertanyakan Administrasi Kelengkapan saya berupa BPJS istri saya, setau saya kalau BPJS kesehatan sudah ditanggung oleh perusahan Tempat saya Bekerja PT. BUKIT KAUSAR dikarenakan setiap bulan nya Gaji saya Dipotong biaya BPJS kesehatan sebesar Rp.100.000/bulannya. Besoknya nya tanggal 12 Agustus 2026 dibantu rekan dari KORWIL SERBUK JAMBI saya berinsiatif mengurus BPJS istri saya kekantor BPJS dijambi,
pengurusan itu kami inisiatif sendiri tanpa campur tangan pihak Manajemen PT BUKIT KAUSAR, karena mereka hanya cuek saja pak,
sangat ironis menurut saya pak,
saya seperti bola yang di lempar kesana kemari padahal nyawa istri dan Calon bayi dikandungan istri saya sedang dalam perjuangan hidup dan mati pada waktu itu” ujarnya.
Periyanus Halawa mengatakan pada jam 11 .00 WIB setelah dilakukan USG oleh salah seorang dokter RS ANISA diketahui lah bahwa anak yang didalam kandungan istri nya sudah meninggal pak pada waktu itu.
”Dokter Menyarankan untuk segera dikeluarkan bayi tersebut dari kandungan Istri saya secara NORMAL tanpa tindakan operasi, setelah dilakukan tindakan istri saya diminta untuk meminum obat perangsang agar Janin bayi didalam perut istri saya dapat keluar, tapi setelah dilakukan tetap tidak bisa keluar pak, terakhir diambil tindakan Operasi Cesar oleh Dokter yang menangani, saya sangat sedih melihat istri saya yang terbaring sangat lemas di sal rumah sakit ANISA tersebut, memang sangat ironis bagi kita orang Miskin / Kurang Mampu untuk mendapatkan Hak untuk sehat di negara kita ini pak“ tandas Periyanus Halawa.
sementara Itu WAHANA NEWS. CO mengkonfirmasi kepada Manajement PTPN IV jambi melalui Humas,mengatakan Kami sedang Menelusuri dan meneliti Dari awal mula kejadian tersebut pak, kenapa bisa terjadi seperti itu, dan kami juga masih berkoordinasi ke MANAJEMEN PT BUKIT KAUSAR . apapun hasilnya secepatnya akan kami publis ke Umum terutama Media pak tandas Lindo Kordinator Humas PTPN IV JAMBI Menutup pembicaraanya. [Yosua Gultom]
.