Jambi.WahanaNews.Co| Dengan semakin parahnya kerusakan jembatan -jembatan di ruas jalan nasional yang di bawah kendali dan penanganan BPJN IV Jambi, dimana jembatan tersebut sudah dianggarkan dan juga sudah ada pemenang.
Namun situasi dilapangan seperti tidak ada perubahan dari kondisi sebelumnya, hal ini menimbulkan pertanyaan publik dan pemerhati dikemanakan Dananya sementara sudah ada pemenang dan di lakukan dengan sistem pengadaan mikom (Mini kompetisi) yang bertujuan agar segera dapat di eksekusi di lapangan.
Baca Juga:
BMKG Prediksi Hujan Mulai Berkurang, Cuaca Indonesia Makin Panas
Kenyataan dilapangan tidak ada perubahan yang signifikan kan, herannya lagi tidak ada upaya dari Badan usaha sebagai pemenang berkontrak untuk lakukan Exction dilapangan sehingga muncul dugaan MIKOM ini di lakukan hanya untuk mengamankan paket tersebut untuk kepentingan Rekanan atau Kelempok tertentu! adapun salah satunya paket :
- PRESERVASI
JEMBATAN MUARA TEMBESI CS
- PRESERVASI JEMBATAN BEREMBANG CS
- PENGGANTIAN JEMBATAN ASAM
- PRESERVASIJEMBATAN ASAM IICS
Dari sebagian kegiatan PRESERVASI Ini Tidak memperlihatkan adanya kegiatan di lapangan Sementara Kondisi sangat memperhatikan dan rawan.
Baca Juga:
Tragedi di Lereng Lawu: Dua Pelari Meninggal Saat Trail Run Siksorogo
sementara itu Doni, salah seorag aktivis pemerhati jambi yang bergabung di dalam organisasi DOGER( Development of Goverment) Provinsi jambi kepada media ini mengatakan kepada Wahana News.co, kegiatan ini secara tidak langsung menandakan bahwa BPJN IV Jambi tidak becus dalam bekerja.
“Kita lihat dalam proses nya, kegiatan lelang telah dilakukan di awal tahun 2026 tepat nya di bulan februari 2026, tetapi kenyataan sampai saat ini belum ada satu pun pekerjaan jembatan yang belum dilaksanakan, ini menjadi tanda tanya besar bagi kami, ini ada apa sebenarnya, dan kami juga akan meminta Kejaksaan Tinggi Jambi ( KEJATI) jambi dan BPK perwakilan Jambi untuk dapat segera memeriksa dan turun kelapangan guna mengecek kegiatan beberapa jembatan ini,
yang dianggarakan lebih dari 30 Milyar rupiah dari anggaran APBN” ujarnya.
Sebelum berita ini dinaikkan media wahana news. co masih mencoba mengkoorfirmasi kepada Kabalai BPJN IV JAMBI ,Robert Edward sihotang melalui PPK BPJN IV PROPINSI Jambi, Daro sinukaban dan Joko santoso. [yg]