"PKS tidak mengindahkan kesepakatan, kami merasa dirugikan. Kami petani dirugikan sampai dengan Rp 1 ribu hingga Rp 2 ribu per kilo. PKS terima sawit petani di bawah Rp 1 ribu per kilo," ujarnya.
Dia menyebutkan bahwa apabila kran ekspor dibuka kembali maka PKS akan menjual CPO dengan modal yang sedikit dan akan mendapat keuntungan yang tinggi.
Baca Juga:
Syarat Masalah, Aktivis Lingkungan Minta Eropa Tidak Membeli CPO dari PMKS PT. MSB II Namo Buaya
Dia menyebutkan bahwa apabila kran ekspor dibuka kembali maka PKS akan menjual CPO dengan modal yang sedikit dan akan mendapat keuntungan yang tinggi.
Menurutnya, alasan PKS yang tidak mau menerima TBS petani tersebut karena over kapasitas tidaklah relevan.
Baca Juga:
Bill Gates Bawa-Bawa Indonesia! Soroti Emisi Global dan Deforestasi Sawit
Sebab hingga saat ini PKS tersebut masih melakukan produksi.
"Kalau memang sudah over kapasitas ya sudah stop produksi, jangan jadikan alasan untuk membeli sawit dengan sangat murah," katanya.
Untuk itu mereka memberikan batas waktu menyelesaikan persoalan tersebut dalam satu minggu ke depan. [yg]