Jambi.WahanaNews.Co| Diduga Peredaran minyak solar ilegal (Ilegal Drilling) disinyalir kuat di back up oleh salah seorang oknum dari aparat penegak hukum yang ber inisial RV, siapa Rv ini, yang kini menjadi simbol penguasa peredaran minyak ilegal/ minyak bayat di Jambi.
Menurut info yang didapat media ini, beberapa tahun yang lalu Rv mempunyai banyak sumur ilegal, ia justru disebut-sebut kian agresif mencaplok lahan baru di KM 33 dan KM 51.
Baca Juga:
DLH Balikpapan Targetkan Revitalisasi RTH Taman Tiga Generasi Selesai Februari 2025
RV adalah kordinator lapangan, diduga mempunyai puluhan sumur minyak ilegal di kabupaten batanghari sebagai sang “Aktor Koordinasi” . Nama Revo alias RV sudah tidak asing lagi di kalangan mafia minyak ilegal sebagai sosok yang memiliki “tangan dingin” untuk menjinakkan berbagai lembaga.
Rv diduga kuat diduga sebagai pengatur lalu lintas “uang tutup mulut” yang mengalir ke berbagai oknum, mulai dari oknum lembaga, media lokal, hingga disinyalir merambah ke jantung Aparat Penegak Hukum (APH) di wilayah Polres Batanghari.
Kepiawaiannya mengatur koordinasi inilah yang diduga menjadi alasan mengapa proses hukum seolah berjalan di tempat, seolah terganjal oleh tembok tebal uang suap.
Baca Juga:
Penataan Kawasan Taman Pepaya Jagakarsa
Menurut informasi yang diberikan masyarakat sewaktu media ini turun dilapangan mengatakan,
RV ini juga pernah melakukan pengiriman minyak solar kepekanbaru dengan media mobil CPO ( Crude Palm Oil) Minyak sawit mentah untuk mengelabui petugas di lapangan.
Ketua Aliansi Demokrasi Kubu Jambi seorang penggiat pemerhati peredaran ilegal drilling provinsi jambi Anwar mengatakan, seharusnya aparat penegak hukum yang harus menangkap pemain peredaran minyak ilegal berupa solar bayat.
"Sekarang lagi marak di jambi soal ilegal drilling ini, info yang beredar malah oknum aparat penegak hukum yang memback up peredaran minyak solar tersebut. Ini sangat naif, untuk aparat penegak hukum yang berinisial RV untuk segera ditangkap dan dintindak,jangan sampai ada tebang pilih dalam penanganan peredaran minyak solar ilegal tersebut di provinsi Jambi" tandas anwar lagi.