Hal itu terjadi berbulan-bulan.
Perwira yang merasa punya kuasa bahkan mengajak istri dari anak buahnya itu berjalan-jalan menggunakan mobil dinas.
Baca Juga:
Sepanjang Libur Lebaran Idulfitri, Pemkab Angkut 8.126 Ton Sampah dari Pulau Harapan
Ini tentu tak lazim dan melanggar aturan.
Hubungan perselingkuhan ini pun tersebar ke mana-mana.
Sampai suatu saat, sang atasan mendapatkan laporan dan akhirnya menjatuhkan sanksi.
Baca Juga:
Belanja Pakai Uang Palsu, Wanita di Kawasan Kemang Jaksel Diciduk Polisi
Prabowo menegaskan, tindakan oknum perwira itu sebagai kepemimpinan yang keliru.
Perwira tersebut menggunakan wewenang yang ada padanya untuk mengirimkan anak buah sekolah, sehingga memudahkan dia berselingkuh.
Menurut mantan Pangkostrad tersebut, tindakan perwira itu jelas meruntuhkan wibawa dan leadership dirinya.