Dengan penyesuaian ini, beberapa anak rimba sudah berhasil meraih pendidikan yang layak. Selama pendidikan yang diikuti, sudah ada tiga anak Rimba yang kini sedang belajar di Jambi. Ada juga yang masuk sekolah polisi.
Usai menyantap makanan yang diberikan Nadiem, anak-anak Rimba menghadiahi Mas Menteri kalung sebalik sumpah dan kaus bertulisan "kamia ndok tokang baco tuliy".
Baca Juga:
Hujan Deras Sebabkan Akses Jalan Lintas Sumatera di Jambi Terputus Total
Menerima kaus ini, Nadiem bertanya arti tulisan tersebut. Tulisan "kamia ndok tokang baco tuliy" artinya adalah kami ingin bisa membaca dan menulis.
Karakteristik pendidikan
Dalam rilis Warsi, Menteri Nadiem mengatakan, pendidikan memiliki banyak bentuk dan tiap daerah memiliki karakteristik sendiri. Untuk itu memerdekakan kurikulum dan pendidikan harus cocok dengan apa yang dibutuhkan masyarakat berdasarkan kearifan lokal masyarakat.
Baca Juga:
Hendak ke Pesantren, Santriwati Ini Malah Dilecehkan Oleh Sopir Travel
“Ini suatu hal yang sangat menyenangkan buat saya belajar. Saya juga sadar perubahan hutan itu sangat berdampak kepada masyarakat yang bergantung kepada hutan, dan ini harus menjadi suatu hal yang dicermati pemerintah,” kata Nadiem.
Nadiem mengaku sudah menyerap yang dibutuhkan Orang Rimba untuk pendidikan mereka di masa depan. “Dari semua yang saya dengar ujungnya adalah mata pencarian, itu kuncinya. Mata pencarian adalah kunci permasalahan yang harus ditangani secara lintas sektor, bukan hanya pendidikan,” kata Nadiem. (tum)