Selain membantu ekonomi keluarga, Esi juga masih berkomitmen untuk menggapai impian kecilnya menjadi pramugari.
Ia tidak ingin selamanya profesi menjadi sopir truk batu bara.
Baca Juga:
6000 Nasabah Bank Jambi Korban Pembobolan, Kerugian Mencapai 143 Milyar
"Ya tidak selamanya jadi sopir batubara, saya masih ingin menggapai cita-cita jadi pramugari," harap Esi.
Pundi-pundi rejeki yang didapat Esi sebagai sopir tergolong besar, dalam satu kali pengantaran atau satu trip, ia bisa menghasilkan uang hingga Rp 500 ribu.
Dengan penghasilan tersebut, Esi mampu menabung dan memberikan ke orang tuanya untuk beli tanah dan bangun rumah.
Baca Juga:
Ketua FRIC Jambi “Selama Solusi Ekonomi Belum Ada, Tambang Ilegal Akan Tetap Ada”
Selain itu, uang tersebut digunakan untuk persiapan mengikuti tes pramugari lagi.
Selama melakoni profesi ini, Esi mengaku tidak takut, lantaran mendapat dukungan dari keluarga dan orang tua.
"Dak takut, karena banyak mendapatkan dukungan keluarga dan orang tua. Yang penting bisa jaga diri," tuturnya.