"Cerita ini sudah berabad-abad lamanya, sering diceritakan oleh para orang tua-tua di Kampung Tua Tanjung Tanah lebih-lebih diwaktu akan dilaksanakan Kenduri pusaka," jelasnya.
Mengenai hal ini ungkapnya, bisa dipercaya bisa tidak. Namun pada dimensi waktu Gong Barantai ini memang wajib dipercaya, karena memang ujarnya, gong barantai yang sering didengar oleh masyarakat Wilayah Kedepatian Tigo Luhah Tanjung Tanah ini bukanlah gong sembarangan, melainkan gong misteri.
Baca Juga:
6000 Nasabah Bank Jambi Korban Pembobolan, Kerugian Mencapai 143 Milyar
"Gong ini berada di alam gaib "mistik" yang muncul seketika di kala kampung dalam keadaan darurat maupun dilanda musibah serta masyarakat melakukan perbuatan maksiat yang dilakukan dalam kampung," terangnya lagi.
Jika perihal seperti itu terjadi, Suhardiman menceritakan, tanpa disadari oleh masyarakat kampung, gong ini berbunyi dengan sendirinya yang disertai dengan irama rantai yang keras, tapi samar-samar.
Yang aneh, di saat gong ini berbunyi hanya orang yang berada di kejauhan atau jaraknya jauh dari tempat tersebut yang bisa mendengar bunyinya.
Baca Juga:
Ketua FRIC Jambi “Selama Solusi Ekonomi Belum Ada, Tambang Ilegal Akan Tetap Ada”
Anehnya lagi kenapa orang terdekat atau tinggal di sekitar tempat gong itu berada tidak pernah mendengar bunyi apapun, apalagi bunyi gong yang disertai dengan bunyi rantai.
"Untuk hal yang satu ini hanya Allah SWT yang maha mengetahuinya," ungkapnya.
Namun Ia menyebutkan, hal ini mungkin saja adalah titipan sang khalik terhadap Kampung Tua yang bertuah, tempat ditemukannya Naskah Melayu Tertua di Dunia dan menjadi bukti sejarah di bumi undang selunjur Alam Kerinci. (tum)