4. Aktifitas pemanen tidak ada dan tidak terkontrol.
Salah seorang masyarakat setempat Ardiansyah mengatakan kepada Wahana News.co.
Baca Juga:
Semarak HUT Bhayangkara ke-80, Ratusan Kicau Mania Padati Lomba Burung Berkicau Polres Pagar Alam
"Pak, ini udah hampir 5 bulan kami nggak pernah lihat ada tim pruningdan pemeliharaan masuk. Dulu kebun ini produktif, sekarang antara hidup mati," kata Ardiansyah.
Sementara itu Salah seorang Aktivis Jambi M.FAYSAL.SH Selaku Ketua DPD Gerakan Pemuda Marhanis Propinsi Jabi mengatakan kepada Wahana News.co.
“Ini sangat diluar nalar kita, seharusnya Kebun yang dikelolah menggunakan anggaran Negara sudah sepatutnya menjadi kebun percontohan Bagi masyarakat,ini malah ironis saya lihat, Kebun Negara yang jelas ada anggaran nya malas sudah berbentuk seperti hutan belantara, RAB Miliaran, Realisasi Nol. Saya yakin tahun 2026 pos anggaran dipastikan termasuk yang terbesar hampir Rp 1 Milyar , ini sangat memprihatinkan bagaimana bisa ini terjadi saya yakin manajemen PT.BUKIT KAUSAR bekerja asal asalan saja“, ujarnnya.
Baca Juga:
Kapolri Rotasi 190 Kapolres, AKBP Adam Purbantoro Pimpin Polres Pagar Alam, Ini Jabatan Baru AKBP Januar Kencana Setia Persada
Dia menambahk, bagaimana tidak, jikalau Gulma/ rumput aja sdh setinggi hampir 3 meter menutupin Pohon sawitnya bagaimana bisa team Pekerja bagian Pemupukan bisa bekerja untuk merawat Pokok pohon sawit yang sekarang ada. Faysal juga menambahkan kemana anggaran`Pengendalian Gulma yang hampir Rp 1 Milyar/ Tahunnya itu, kuat dugaan saya ini ada permainan pihak Manajemen PT .BUKIT KAUSAR.
"Kami menduga kuat terjadi markup keuangan negara ratusan juta rupiah buat bersihin gulma, tapi gulma nya setinggi rumah?" kata M.FAYSAL Ketua DPD GPM PROPINSI JAMBI,
Sementara itu Media wahana.co mengkoorfirmasi kepada DIREKSI PTPN IV REGIONAL JAMBI melalui Seketaris PTPN IV JAMBI,HARIMAN SIREGAR mengenai permasalahan ini,tetapi diarahkan untuk menemui Humas Iskandar Negara dan Manajemen Asdum PT.BUKIT KAUSAR ,Sahdi,