“Gaya-gaya media itu faham lah, kalau bukan mikir kemanusiaan tanpa kantor pun kami bisa bang, kayak kawan-kawan yang gudang nya di pinggir jalan itu mereka gak punya kantor, cuman ada mobil tangki jalankan. Tapi misi kami bukan itu, ini harus besar” ujar sandi.
Frans juga berprasangka buruk bahwa yang memberikan informasi ke redaksi WahanaNews.co adalah paman dari salah satu wartawan.
Baca Juga:
Seorang Pria Meninggal Dunia di Depan Rumahnya di Kelurahan Berngam
“Kenapa gak langsiran aja yang abang fotokan, kenapa harus gudang ku, kalau semua gudang tutup kemana lagi para pelangsir itu ngantar minyak. Gak kami larang abang cari sumber, mungkin pelangsir itu tulang abang pulak antar minyak terus aku di kasih info kan” ujar Frans.
Frans mengakui bahwa bisnisnya adalah bisnis hitam dan bukan bisnis putih, dia juga mengakui bahwa bisnis tersebut salah tetapi masih tetap di kerjakan.
“Bang darma itu kuat bang, sangat kuat, kalau abang gak percaya mungkin coba tanya senior bang darma itu seperti apa, cuman aku gak mau bawa nama dia. Aku juga gak bilang bisnis aku ini putih, ini hitam tapi tidak ku bikin orang lain itu menderita, minyak orang lain ku beli bukan ku peras” tamba Frans.
Baca Juga:
Polsek Binjai Kota Polres Binjai Tangkap Pelaku Curanmor Di Perumnas Berngam
Frans juga mengatakan ada orang-orang yang membackup nya di belakang.
“Salah secara aturan semua salah, tapi kenapa harus aku, apa karna aku masih baru, apakah abang gak tau siapa di belakang aku?” Ucap Frans marah.
Sandi juga mengakui bahwa mereka membuka gudang ilegal tersebut di tengah pemukiman masyarakat dan di zona merah Pertamina.