Kini, Iin berhasil mengembangkan berbagai produk pangan berbahan dasar sawit, mulai dari bolu sawit, keripik sawit, kue kering sawit, selai sawit, rendang sawit, hingga dodol sawit.
Produk andalannya, Bolu Sawit, menggunakan komposisi sekitar 30 persen sari pati sawit dan 70 persen bahan lainnya. Produk tersebut kini menjadi salah satu oleh-oleh khas Muaro Bungo yang banyak diminati masyarakat.
Baca Juga:
Neraca Perdagangan Indonesia Surplus 72 Bulan Beruntun, Ekspor April 2026 Melonjak Hampir 22 Persen
Untuk menjaga kualitas, Iin menggunakan buah sawit varietas Tenera berkualitas premium sebagai bahan baku utama. Bahkan, ia berani membeli tandan buah segar dengan harga lebih tinggi dibanding harga pasar.
“Saya punya mimpi agar semakin banyak masyarakat yang mampu mengolah sawit menjadi produk bernilai tambah. Semakin banyak produk pangan berbahan sawit yang diproduksi, maka semakin besar pula peluang peningkatan pendapatan petani sawit,” ujarnya.
Melihat potensi besar tersebut, Elaeis Media Group menggandeng Iin untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan kepada masyarakat melalui berbagai workshop di sejumlah daerah.
Baca Juga:
Mendag Saksikan Penandatanganan MoU Imbal Dagang Indonesia-Filipina Senilai Rp 6,29 Triliun
Chief Executive Officer (CEO) Elaeis Media Group, Abdul Aziz, mengatakan bahwa peserta workshop di Jambi tidak hanya akan menerima teori, tetapi juga praktik langsung, mulai dari menyiapkan bahan baku, mengolah sari pati sawit, hingga menghasilkan produk pangan siap konsumsi.
“Kegiatan ini bertujuan membuktikan bahwa sawit bukan hanya dapat diolah menjadi minyak goreng, melainkan juga memiliki potensi besar sebagai bahan baku berbagai produk pangan bernilai ekonomi,” ujarnya.
Pria yang akrab disapa Bung Aziz itu berharap workshop tersebut mampu melahirkan inovasi-inovasi baru di sektor kuliner berbasis sawit, menumbuhkan pelaku usaha baru, sekaligus memperkuat pemahaman masyarakat terhadap potensi hilirisasi kelapa sawit.