Unja ini adalah kampus Negeri satu satunya di propinsi jambi dan telah melahirkan bibit orang orang Jenius dan para aktivis muda di propinsi jambi. sudah seharusnya Unja berbenah dengan permasalahan ini.
“Saya juga menyayangkan REKTOR unja PROF. HELMI yang kita ketahui dikegiatan ini selaku Kuasa pengguna Anggaran ( KPA) , dengan permasalhan ini bisa mencoreng nama baik Unja sebagai Kampus nomor 1 ( satu ) di propinsi jambi, ya jikalau anak buah nya tidak becus dalam bekerja lebih bagus Di evaluasi kembali dari sekarang, termasuk Panitia Pelaksana tender, PPK ,dan staf teknis nya.
permasalahan Gedung fkik unja ini menjadi acuan kinerja Rektor unja sebagai pimpinan dan selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) karena termasuk pihak yang paling bertanggung jawab atas pembiaran fatal ini” ujarnya.
Baca Juga:
DWP Kemendag Kenalkan Jiwa Wirausaha dan Edukasi Tertib Ukur kepada Siswa SD Lewat Program Kidspreneur
Joni juga menambah kan permasalahan gagalnya Pembangunan Gedung FKIK unja ini juga Tanggung jawab penuh dari Pihak rekanan PT.HUTAMA BUANA sebagai pelaksana pekerjaan dan CV.ZURO CONSULTAN sebagai pelaksana pengawasan di pekerjaan gedung FKIK, dan juga PPK unja DEDI.A.SH.MH selaku BPKU UNJA serta staf teknisnya FRAN SITUMORANG yang saya ketahui sebagai staf teknis PU Provinsi yang diperbantukan di BPKU UNJA.
”Menurut saya mereka mereka inilah yang harus bertanggung jawab penuh atas kegagalan pekerjaan Gedung Fkik Unja yang benilai fantastis Rp. 3.999.920.000,- Milyar. Sudah sepatutnya lah mereka ini di periksa oleh aparat penegak hukum jambi,karena saya duga banyak kejanggalan dari awal proses pelaksanaan Gedung mangkrak ini” tandas joni.
WahanaNews.Co masih mencoba mengkoorfirmasi kepada PPK dan Staf teknis Unja atas permasalahan mangkrak nya Gedung Fkik unja ini,yang telah menghabiskan anggaran Negara Rp.3.9 Milyar .
dan wahana news. co juga turut meminta Kejaksaan tinggi jambi, POLDA jambi Dan BPK perwakilan jambi untuk turun kelapangan Guna mencari kebenaran atas tabir permasalahan gagalnya Pembangunan Gedung FKIK UNJA JAMBI. [Yosua Gultom]