Jambi.wahananews.co| Rencana pengaktifan kembali operasional angkutan batu bara di Jambi masih akan dipertimbangkan. Semula direncanakan pada 2 Mei, namun lantaran ada kunjungan Presiden Jokowi membuat akses distribusi emas hitam Jambi yang masih menggunakan jalan negara akan terpengaruh.
Gubernur Jambi Al Haris menyatakan kepastian kembali beroperasinya angkutan tambang itu masih dipertimbangkan.
Baca Juga:
KTT ASEAN Sentuh Isu Nuklir, Rosatom Sebut Indonesia Cocok untuk Tenaga Nuklir Terapung
Sebab, kata Al Haris bertepatan dengan kunjungan Presiden Jokowi ke Jambi.
"Batu bara tadinya tanggal 2 Mei (akan dibuka kembali), tapi karena ada kunjungan presiden, nanti siang kita rapat dengan dulu Rakorwil dan pihak istana," kata Al Haris, usai menghadiri halal bihalal di Rumah Dinas Ketua DPRD Provinsi Jambi Edi Purwanto.
Al Haris mengatakan, jika nantinya rute angkutan batu bara mengganggu jalannya Presiden Jokowi dan rombongan, kemungkinan akan ditunda.
Baca Juga:
Prabowo Dorong Sinergi Digital ASEAN–Korea Jadi Motor Pertumbuhan Baru Kawasan
"Kalau rute angkutan batu bara mengganggu, mungkin kita tunda sehari, tapi kalau rute tidak mengganggu, akan dibuka," ucapnya.
Diberitakan sebelumnya, mulai 2 Mei 2023, angkutan batu bara di Jambi sudah boleh beroperasi.
Angkutan batu bara di Jambi sudah boleh beroperasi, dengan syarat tertentu.