Menurut Al Haris, pada tahun lalu Bank Jambi mencatatkan laba sekitar Rp330 miliar.
Dana itu direncanakan akan dimanfaatkan secara bertahap untuk mengganti kerugian para nasabah.
“Kami sudah rapat dengan para pemegang saham. Intinya mereka setuju, sambil berjalan kita gunakan dana laba 2025 untuk membantu mengembalikan dana nasabah,” terangnya.
Baca Juga:
Pengaturan Proyek di Dinas Pendidikan Muaro Jambi,Sosok I Diduga Pegang Kuasa
Ia juga menegaskan bahwa seluruh dana nasabah harus tetap dikembalikan dan meminta pihak bank bertanggung jawab penuh atas insiden tersebut.
“Saya minta tidak boleh satu rupiah pun uang nasabah yang tidak dibayar. Semua harus dikembalikan,” pungkasnya.
Imbau Tetap Tenang
Sementara itu, di Kabupaten Batang Hari, Sekretaris Daerah Mula P Rambe mengimbau para aparatur sipil negara (ASN) agar tidak panik menyikapi gangguan layanan yang terjadi di Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jambi.
Baca Juga:
Mafia Minyak Ilegal Batanghari Diduga Dibekingi Oknum Polisi Aktif
Pemerintah Kabupaten Batang Hari memastikan bahwa pengelolaan keuangan daerah tetap berjalan normal dan tidak terpengaruh oleh gangguan sistem tersebut.
Gaji pegawai negeri sipil (PNS) maupun pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) disebut telah masuk ke rekening masing-masing seperti biasa.
"Untuk pengelolaan keuangan daerah tidak ada kendala. Gaji sudah masuk semua ke rekening ASN dan PPPK di Bank 9 Jambi seperti biasa," katanya.
Ia menjelaskan bahwa gangguan sistem hanya berdampak pada layanan transaksi elektronik, seperti mesin ATM dan mobile banking.